Selasa, 18 Februari 2014

Review Bule Rawa-Rawa



Judul Buku      : Bule Rawa-Rawa
Penulis             : Lonyenk Rap
Penerbit           : Universal Nikko
Tahun Terbit     : April 2013
ISBN               : 978-602-95476-8-9
Tebal Buku       : 14 4 hlm
Ukuran            : 13x19 cm
Genre              : Fiksi (Komedi)

                                                    The Secret of Ganteng
          Abdul James Dean, mendapat sebutan bule dari orang sekampung bukan karena rambutnya berwarna pirang atau matanya berwarna biru khas aktor Hollywood, tapi panggilan “BULE” justru menjadi ejekan berkat namanya yang sangat bertolak belakang dengan paras anak kampung sepertinya. Dia hanya seorang anak biasa dengan tampang pas-pasan dan putus sekolah. Kebiasaannya berenang di rawa-rawa bakau menambah gelarnya menjadi BULE RAWA-RAWA.

    Perjalanan hidup dengan nama yang menjadikannya bulanan olok-olokan semakin dilengkapi dengan perjalanan cinta yang tak kalah mengenaskan. James jatuh hati pada Maryati, si kembang kampung yang cantik dan seksi. Namun apa daya, Maryati alias Mery malah menolak mentah-mentah untuk dipersunting menjadi ratu di hati James. Cinta ditolak dukun bertindak. Semua dukun multitalenta disambangi James demi cinta. Apa daya, pucuk dicinta si ulam gak pernah tiba eh si James malah dikejar-kejar pocong :D
          Setelah hampir putus asa, James bertemu dengan bang Romi. Pertemuan itu mengubah segalanya. Ada pesan penting yang disampaikan Bang Romi kepada James bahwa untuk menjadi ganteng dan keren,  ada modal terpenting yang bukan hanya sekedar tampang ataupun uang. Modal yang dapat membuat James keren berlipat-lipat hingga cewek pun kelepek-kelepek. Mau tahu modal sakti apa yang dimaksud Bang Romi? Penasaran? Atau mau belajar jurusnya? Yuk simak selengkapnya dalam buku ngocol bin seru ini.
*****
          Buku yang keren dan menghibur! Kisahnya sukses membuat pembaca mesem-mesem hingga  ngakak sendiri. Tokoh James yang sederhana dan lugu sukses mewakili keadaan sebagian besar anak muda, terutama cowok-cowok yang malas berpikir panjang tentang masa depan. Lika-liku keseharian sang tokoh utama, James, terasa begitu nyata sekaligus amat menghibur dengan beragam masalah dan konflik yang dihadapinya. Sikapnya yang hobi leyeh-leyeh alias bersantai mencerminkan sifat kebanyakan remaja. Uniknya, si James ini malah hobinya berendam di rawa-rawa.
          Gaya tuturnya yang ringan dan mengalir membuat pembaca turut larut dalam arus ceritanya yang seru dan gokil. Penulis begitu piawai mengembangkan ide-ide yang sebenarnya sederhana menjadi rangkaian kalimat dan cerita yang unik dan lincah. Tak hanya itu, pesan yang disampaikan penulis lewat kekonyolan dan cerita keseharian sang tokoh merupakan sebuah pesan yang sangat bermanfaat. Cara penyampaian pesannya begitu kreatif lewat bacaan yang sifatnya “ngocol” sehingga pembaca tidak merasa digurui. Sebaliknya, pembaca akan mendapat intisari yang bermanfaat dan tak disangka-sangka pada bagian akhir cerita.
          Selain pesan tentang pentingnya edukasi, dari kisah dalam novel ini juga pembaca dapat memetik hikmah tentang pengabdian kepada kedua orang tua. Tak kalah penting, intinya adalah kemauan seseorang untuk mau berubah ke arah yang lebih baik seperti sikap si James pada akhir cerita. Kemauan yang didasari niat yang kuat, bukan karena iming-iming mendapatkan perhatian dari lawan jenis. Inilah sebenarnya yang membuat seseorang itu tampak keren. So, selamat membaca dan memetik hikmah dari novel ini ya :)
         


1 komentar:

Posting Komentar