Sabtu, 28 Desember 2013

Review Novel The Coffee Memory_Naskah Lomba Review Love Flavour Series Bentang Pustaka




Judul Buku      : The Coffee Memory               
Penulis             : Riawani Elyta
Penerbit           : Bentang Pustaka
ISBN               : 978-602-7888-20-3
Tahun Terbit    : Maret, 2013
Tebal Buku      : 226 halaman
Ukuran Buku  : 20,5 cm
Harga Buku     : Rp39.000,-

The Coffee Memory, Cita Rasa Cinta dalam Aroma
”Cinta platonis, selayaknya kopi pertama yang membuatmu terkesan, sangat terkesan, hingga tahun-tahun yang berlalu tetap tidak mampu membungkam memorimu akan cita rasa cinta, aroma, dan jenisnya, dan akan tetap mengenangnya sebagai kopi terbaik meski setelahnya kamu mengenal dan menghirup puluhan jenis kopi yang lain.”
***
Dania menjadi begitu kacau dan rapuh pasca kecelakaan yang merenggut Andro, sang suami, untuk selama-lamanya dari kehidupan Dania. Dania pun mendadak menjadi begitu benci pada aroma kopi yang senantiasa mengingatkannya kepada Andro dan hari-hari mereka yang begitu pekat dengan aroma dan rasa minuman tersebut. Andro dan Dania memang pencinta sejati aneka jenis kopi sehingga tak satu pun hari mereka lalui tanpa menyesap kopi olahan sendiri. Kecintaan yang menginspirasi lahirrnya kafe Katjoe Manies milik mereka yang selalu menampilkan berbagai kopi dengan racikan dan rasa yang khas sebagai sajian utama. Kepergian Andro membuat Dania mesti mengambil alih tanggungjawab yang selama ini lebih banyak dipikul Andro.
Persoalan baru pun mulai muncul dalam pengelolaan Katjoe Manies. Diawali dengan hengkangnya dua karyawan secara diam-diam, disusul dengan munculnya persoalan-persoalan lainnya. Redi, saudara ipar yang licik dan terlebih sering dikenal karena image negatifnya, mendadak muncul dan keukeh memenawari Dania agar menjual saja kafe Katjoe Manies kepadanya. Persoalan berikutnya yaitu munculnya kafe baru, Bookafeholic, di depan kafe Dania sebagai saingan, yang berhasil merampas sebagian besar pelanggan dan seorang barista handal dari kafe Dania. Hal lain yang tak kalah mengganggu, bahkan mengacaukan hari-harinya, yaitu kemunculan dua lelaki itu, Pram dan Barry. Pram, lelaki yang dulu pernah sangat akrab dengannya yang ternyata adalah pemilik kafe baru, Bookafeholic itu. Barry, lelaki yang baru beberapa minggu menjadi barista di kafe Dania, nampaknya menyimpan sesuatu yang misterius sejak awal kedatanggannya ke kafe tersebut. Persoalan-persoalan lain yang kemudian bertandang secara beruntun pun tak kalah hebatnya. Sultan, putra semata wayang Dania mesti dilarikan ke rumah sakit karena positif terkena demam berdarah. Puncaknya adalah Kafe Katjoe Manis yang menyimpan segala mimpi dan kenangan Dania bersama Andro terbakar hangus tanpa sisa.
Apa yang akan dilakukan Dania selanjutnya? Haruskah Dania menyerah terhadap bisnis kafenya yang terasa sulit setelah kebakaran itu? Haruskah Dania menerima lamaran Pram, atau berpaling kepada Barry yang ternyata diam-diam menaruh perhatian lebih kepadanya? Ahh,, Dania tak pernah mengira bahwa ternyata kopilah yang menjadi penghubung antara mereka semua...
***** 
            Riawani Elyta, penulis novel ini dan juga telah menulis banyak novel laris dan buku antologi, merupakan salah satu penulis inovatif yang karya-karyanya bahkan bermunculan secara beruntun dalam rentang waktu yang hampir bersamaan. Menandakan bahwa dunia tulis menulis telah menjadi bakat yang melekat pada dirinya. Tampak jelas bakat ini tidak muncul begitu saja melainkan telah menjadi diasah sehingga menjelma kebiasaan. Novel-novelnya selalu menyajikan tema yang baru dengan ciri khas bahasanya yang ringan dan mudah dicerna.
            Novel ini menyajikan sesuatu yang benar-benar baru meski idenya berasal dari hal yang sederhana dan sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kopi. Kopi yang bagi kebanyakan orang hanya menjadi minuman rutin maupun sekadar penyela dalam keseharian, mampu diangkat menjadi sebuah bahasan yang dituturkan dengan sangat lengkap dan menarik disertai dengan segala “pernak-perniknya” dengan begitu lugas dan mendetail dalam novel ini. Dari proses, pengolahan, penyajian, peralatan, dan segudang informasi tentang dunia kopi yang ternyata begitu unik disajikan padu dengan kisah Dania sang tokoh utama bersama para tokoh lainnya, benar-benar memberikan informasi dan sudut pandang baru tentang minuman yang satu ini. Di setiap awal bab selalu terdapat quote, informasi tentang dunia kopi, hingga resep dan tips agar menikmati kopi bisa menjadi lebih nikmat. Selain itu, gaya pengemasan dan cover novel ini benar-benar unik, kopi banget. Hal-hal tersebut menambah poin plus dalam novel ini .
            Adapun poin terpenting yang ingin disampaikan penulis melalui novel ini, menurut saya, adalah sebuah motivasi agar kita tak gampang menyerah terhadap cobaan dan rintangan kehidupan. Seberapapun beratnya cobaan dan rintangan yang hadir dalam kehidupan seseorang, baik itu dalam kehidupan pribadi maupun dunia bisnis yang digeluti, bahwa seseorang itu tetap harus bangkit, bertahan, dan memperjuangkan mimpi dan harapan, bukan menyerah pada keadaan. Terlebih bagi pengusaha atau pebisnis yang memang senantiasa dihadang oleh masalah internal maupun eksternal, misalnya seperti pada novel ini, masalah yang muncul yaitu masalah pada diri sang tokoh yang mesti “bangkit” kembali dari keterpurukan pasca musibah yang merenggut nyawa sang suami, bagaimana ia semestinya mengelola para karyawan kafenya, pentingnya inovasi dalam usaha, munculnya para pesaing bisnis, terjadinya peristiwa kebakaran yang memusnahkan kafe dan segala asetnya, hingga akhirnya ia mesti memilih untuk bangkit dan memulai lagi usahanya, bukan memilih menyerah dan kalah. Inilah poin penting yang menjadi tema utama dalam novel ini untuk ditujukan kepada para pembaca. Benar-benar memotivasi, bahka menginspirasi tumbuhnya keinginan untuk memiliki bisnis serupa seperti yang dituturkan dalam cerita.

Bersanding dengan segala kelebihannya, ada poin yang sedikit mengurangi konsentrasi saya. Beberapa hal tentang dunia kopi yang diceritakan, sebagiannya masih benar-benar baru bagi saya sehingga saya mesti  rehat sejenak membayangkan terlebih dahulu, misalnya seperti rupa-rupa peralatan dan teknik pembuatan kopi yang ternyata bermacam-macam. Setting lokasi yang hampir sebagian besar di kafe otomatis membuat cerita jadi agak sempit. Tapi memang justru membuat ceritanya tetap fokus. Emosi yang dihadirkan kurang terekspresi, mungkin karena sang tokoh utama memang berkarakter plegmatis.
            Adapun gaya bertutur yang digunakan lebih didominasi oleh narasi yang dipaparkan tokoh utamanya dengan sudut pandang orang pertama dengan kata ganti “aku.” Sebagai latar tempat atau lokasi, kota Batam yang memang makmur dengan pesatnya laju bisnis menjadi pilihan. Saya kira karena memang penulis sudah begitu mengenal setiap sudut kota ini sehingga setting lokasi dalam novel ini menjadi salah satu pendukung yang menguatkan setting cerita, sama seperti kedua novel lainnya, Jasmine dan Tarapuccino (A Cup Of Tarapuccino) yang juga mengambil setting di kota ini. Bahkan dalam novel ini juga disisipkan nama Bread Time Bakery dan pemiliknya yang terdapat dalam novel Tarapuccino(A Cup Of Tarapuccino) . Dunia atau tema yang dibahas antara novel The Coffee Memory dengan Tarapuccino juga masih dalam lingkup yang sama, yaitu seputar bisnis kuliner. Namun pada The Coffee Memory ini ceritanya fokus tentang seluk beluk dunia kopi dan bisnisnya sedangkan pada novel Tarapuccino konflik tidak hanya seputar kuliner yang diwakili oleh Bread Time Bakery melainkan juga pada dunia illegal trading  serta konflik perasaan yang lebih tajam. Persamaannya selain terletak pada kesamaan bidang pekerjaan yang dihadirkan yaitu bisnis kuliner, tokoh utama Dania pada novel The Coffee Memory dan Tara pada Tarapuccino adalah sama-sama “terjebak” di antara dua tokoh pria yang miliki perasaan yang sama terhadap sang tokoh utama perempuan. Dari kedua novel ini, pilihan utama saya masih tetap Tarapuccino (A Cup of Tarapuccino). karena uraian kisah dan konfliknya menurut saya lebih dinamis dan memacu adrenalin.
Well, yang terpenting dari setiap novel karya mbak Riawani ini selalu tak hanya menyajikan fiksi, tapi juga nilai-nilai penting dalam kehidupan.. Memiliki novel ini menambah pengetahuan dan sudut pandang baru para pembaca. Segar,“berisi”  dan juga unik. Sangat layak dimiliki.
Finally, happy reading ...

2 komentar:

riawani elyta mengatakan...

Makasih yaa reviewnya, Makasih juga udah baca novel2ku:-)

Azzahra Fathurahman mengatakan...

sama-sama Mbak.. semoga bisa mengikuti jejak Mbak, menebar ilmu dan kemanfaatan untuk banyak orang...

Posting Komentar