Kamis, 23 Januari 2014

Review Novel "Love Puzzle"


http://www.smartfren.com/ina/home/
www.noura.mizan.com



Judul Buku      : Love Puzzle
Penulis             : Eva Sri Rahayu
Penerbit           : Noura Books
Terbit               : November 2013
 ISBN              : 978-602-1606-04-9
Tebal Buku      : 286 halaman
Ukuran Buku  : 13x19 cm
Jenis Cover      : Soft Cover
Harga Buku     : Rp49.000,-

Love Puzzle,
Perjalanan Menemukan Cinta dan Jati Diri
Puzzle Rasi.
“Raja?”
          “Sori?”
          “Kamu Raja kan?” tanya Rasi lagi.
          “Hmm,,, nggak usah sok kenal, deh,” balas Raja dingin.
          Rasi melengkungkan bibirnya sebal, berpikir bahwa cowok keren memang sering mengidap amnesia.
          “Denger ya, aku nggak kenal kamu!” geram Raja penuh penekanan. 
          (Penggalan puzzle 2, halaman 21).
Puzzle Raja.
          “Apa pun yang terjadi, kita selalu bersama.”
          Tapi... Dia bukan hantu, bukan juga manusia. Dirinya hanyalah tubuh yang hidup tanpa tujuan dan impian, juga tanpa identitas.
             Sampai hari ini. (Penggalan puzzle 4, halaman 60).
         Riak di hati Rasi kadang tenang, kadang berombak gara-gara seorang Raja yang belakangan ini merajai singgasana hatinya. Cowok yang satu itu memang sukses membuat Rasi bingung dengan sikapnya yang terkadang lembut, jutek, ramah, juga menyebalkan dan kasar. Begitu pun juga perasaan Raja, kehadiran Rasi memberi warna baru dalam hidupnya. Kebersamaan membawa mereka memasuki labirin misteri yang penuh teka-teki dan puzzle masa lalu. Entah di mana akhir labirin itu dan dapatkah mereka merangkai dan menyatukan keping-keping puzzle yang terserak....???
*****
       Novel yang manis dan memancing rasa penasaran pembacanya. Bergenre romantis seperti drama-drama korea yang menyihir, dipadukan dengan kisah misteri yang membuncahkan penasaran. Novel karya Eva Sri Rahayu ini didedikasikan khusus untuk saudara kembarnya, Evi Sri Rezeki yang juga sama-sama menekuni dunia literasi. Sempat tertunda pengerjaanya setelah penulis membuat outlinenya empat tahun yang lalu. Meski membutuhkan revisi dan waktu yang lama, semangat menulis membuat Eva berhasil menyelesaikan novel yang manis dan penuh kejutan ini. Beberapa poin plus dalam novel ini akan saya uraikan sebagai berikut.
          Pertama, novel unik ini hadir mengetengahkan tema percintaan remaja sekaligus juga krisis identitas diri yang memang sering dihadapi remaja dalam keluarga, dibalut dengan  kisah misteri dan  persahabatan yang rumit juga menarik. Kepingan-kepingan ceritanya begitu mengalir dan menyeret pembaca dalam arus rasa penasaran yang mendesak-desak untuk segera menuntaskan membaca hingga akhir cerita, sekaligus juga menahan pembaca untuk menikmati setiap aliran ceritanya yang disuguhkan dalam kepingan dan puzzle cerita yang begitu memikat juga mengharukan. Gaya bertuturnya ringan, mengalir lancar, khas anak muda (remaja), sehingga novel ini memang sangat menghibur tidak hanya bagi para remaja, juga para dewasa yang menginginkan bacaan berkualitas dengan gaya bahasa yang ringan.
          Selanjutnya, tokoh-tokoh yang dihadirkan  adalah para remaja. Rasi sang tokoh utama cewek dan teman-temannya, juga si cantik Ayara, adalah murid-murid sekolah menengah atas. Raja dan Iskandar juga diceritakan sebagai cowok remaja. Tokoh-tokoh ini memiliki karakter dan kepribadian unik masing-masing sehingga cerita dan konflik yang dimunculkan penulis menjadi menarik untuk terus diikuti. Kehadiran orang tua Raja juga menjadi karakter yang membuat kepingan-kepingan cerita semakin menarik dan hidup.
          Kehadiran para tokoh yang dipadukan dengan dengan beragamnya setting (waktu dan tempat) melahirkan konflik-konflik kecil di samping konflik besar yang menjadi pokok dalam novel ini. Setting masa sekarang dan kepingan-kepingan puzzle di masa lalu yang dilalui para tokoh menimbulkan kepingan-kepingan konflik-konflik kecil yang sebagiannya menyebabkan terjadinya konflik pokok (konflik besar) sang tokoh utama cowok yang juga menjadi kunci untuk menyatukan kepingan-kepingan itu menjadi susunan yang utuh di akhir cerita. Adapun pesan yang ingin disampaikan penulis kepada para remaja, khusunya kepada mereka yang ditakdirkan menjadi anak kembar agar tetap bahagia dengan “warna” dan kepribadian masing-masing tanpa rasa iri dan tidak perlu menjadi pribadi yang berbeda untuk menyenangkan orang lain. Begitu pun kepada para orang tua yang dikaruniai anak kembar, agar memberi perhatian dan kasih sayang dalam porsi yang sama, bukan membanding-bandingkan atau membentuk mereka seperti keinginan pribadi orang tua karena memang “ukuran” masing-masimg orang adalah berbeda. Sebuah pesan yang bagus, dibalut dalam keping-keping puzzle cerita dan peristiwa yang menarik.
          Sebagaimana poin plus atau kelebihannya, tentunya dalam novel ini terdapat beberapa poin minus yang saya rasa sedikit mengganggu. Seperti pada penggalan kisah berikut,
          “Namun, bukan Raja namanya kalau tidak membuat Rasi terkejut. Setelah jarak mereka dekat, dan Rasi bersiap berteriak sambil mendorong punggung Raja, Rasi langsung mengurungkan niat ketika melihat Raja menangis. Ya, dia tidak salah lihat. Dengan wajah sangat murung, dan pandangan menerawang lurus ke depan, air mata Raja turun perlahan. Melihat itu, dada Rasi ikut sesak. Seperti ada beban yang turut dirasakannya. Rasi ingin memeluknya, meminta Raja berbagi kesedihannya.
Ya, tidak ada yang salah dalam kalimat yang sengaja saya tebalkan tersebut. Akan tetapi, dari segi cerita, Rasi dan Raja baru beberapa kali bertemu dalam pertemuan yang kadang membuat Rasi bingung. Rasi pun belum tau penyebab mengapa Raja menangis. Namun ia sudah ikut merasakan sesak dan ingin memeluk Raja serta ingin meminta Raja berbagi kesedihannya. Dalam kenyataan, saya rasa sikap Rasi digambarkan sedikit berlebihan untuk hubungan yang baru menapaki awal persahabatan, apalagi dengan lawan jenis. Sikap ini terasa kontras dengan sikap seorang Rasi yang digambarkan berkepribadian “kuat”, riang, dan seorang problem solver.  Tentu karya fiksi berbeda dengan nonfiksi. Akan tetapi, karya fiksi juga kadang harus sesuai realita justru agar ia terasa lebih bersahabat dengan kehidupan nyata.
          Selanjutnya, setting masa lalu yang melatarbelakangi cerita juga terasa sedikit mengganjal. Seperti diceritakan, tragedi naas yang terjadi pada tokoh Iskandar yang menautkan Raja, Ayara, dan orang tua mereka dalam lingkaran kehidupan mereka hingga kini terjadi empat tahun yang lalu. Waktu itu, digambarkan bahwa tokoh Iskandar baru menyelesaikan tes masuk perguruan tinggi, berarti ia dan Raja berada di akhir tahun kelas tiga SMA. Dua minggu sebelumnya Raja terlibat tawuran yang menyebabkan ia menjadi buronan dan mesti bersembunyi. Akan tetapi, pada bagian-bagian bab tersebut penulis tidak menyinggung atau menyebutkan tentang suasana sekolah atau aktivitas mereka di sekolah, lalu mengapa tiba-tiba Iskandar sudah mengikuti ujian masuk universitas? Bukankah di  negeri kita ini ujian masuk universitas dilaksanakan setelah beberapa waktu ujian sekolah dan ujian nasional? Memang hal ini mungkin tak perlu digambarkan oleh penulis dalam cerita, tapi detail-detail yang mendukung sebuah cerita juga hendaknya tidak diabaikan.
          Selain itu, sedikit janggal pada kisah cinta Ayara dengan Iskandar dan Raja. Seperti yang digambarkan bahwa seperti halnya Rasi, Ayara masih duduk di bangku SMK (tidak disebutkan kelas berapa). Kisah naas masa lalu Iskandar terjadi empat tahun lalu (penghujung masa SMA). Jika kita anggap Rasi dan Ayara sama-sama duduk di kelas tiga, maka perbedaan usia Raja/ Iskandar dengan Rasi dan Ayara adalah empat tahun.  Jika kita runut ke empat tahun lalu maka Ayara baru beranjak naik ke kelas tiga SMP. Ayara bahkan sudah bersama-sama dengan kedua cowok itu sejak usia tujuh tahun. Sejak itu pula mereka digambarkan memiliki perasaan cinta yang erat. Cinta Ayara yang posesif malah. Lalu seiring waktu digambarkan perasaan cinta Ayara dan Iskandar, juga Raja begitu mendalam dan romantis. Apa iya pada usia sebelia dan selabil itu cinta sudah menemukan maknanya... Memang mungkin-mungkin saja, apalagi dengan alur cerita yang begitu bersemangat, namun terasa kurang pas dengan tingkatan usianya.
          Terlepas dari detail yang kurang tersebut, novel ini memang sungguh memikat. Pertama melihat covernya mencerminkan sebuah puzzle, mendukung judulnya. Lihat saja,bahkan novel ini dibuatkan book trailer yang unik oleh penulisnya dibantu oleh saudari dan kru yang lain. Bahkan novel ini menjadi yang pertama di Indonesia yang memiliki konsep book trailer dengan rangkain puzzle dalam trailer komik yang unik dipadukan dengan musik dan lagu yang terasa pas banget. Pokoknya, tidak akan rugi membaca novel ini dan memasukkannya dalam list perpustakaan pribadi bagi Anda penggemar novel ringan namun berkesan. Yuk, rangkaikan puzzle-puzzle menariknya dan temukan jawabannya dalam buku ini. semoga resensi ini bermanfaat
Happy reading... ^_^


7 komentar:

Linda Satibi mengatakan...

nice review..

Azzahra Fathurahman mengatakan...

Makasih Mbak Linda... Blognya Mbak bagus...

Pendy Fathurahman mengatakan...

Wah, istriku ngereview terus kerjaannya sekarang. Tapi novel yg ini memang bagus. Udah baca tadi sinopsisnya. Bikin penasaran !

Pendy Fathurahman mengatakan...

Book Trailernya juga keren. Moga reviwnya menang ya :)

riawani elyta mengatakan...

Bagus nih kayanya novelnya :-) good luck ya:-)

Anonim mengatakan...

Terima kasih reviewnya, Mbak ^_^
Kritik dan sarannya sangat berarti.

Azzahra Fathurahman mengatakan...

Sama2... :)

Posting Komentar