Senin, 13 Januari 2014

JA, Kemarin, Kini, dan Nanti...





JA, Kemarin, Kini, dan Nanti...
            Ijinkan aku menulis sesuatu yang sebenarnya telah sejak lama ingin kutulis, namun jari-jari ini lebih sering kaku di atas keyboard. Kisah yang tak ‘kan terlupa hingga akhir hayat. Ikatan yang kuharap tak ‘kan lekang dimakan usia....
JA, singkatan dari Jannatul Azhari, artinya bunga-bunga surga. JA, sebuah lingkaran cinta antara seorang murobbi dan para mad’u, cinta antara individu yang menyatu menjadi sebuah kelompok nan kokoh dan saling melengkapi hingga tergenapi lingkaran itu menjadi sebuah bulatan utuh. Begitu hidup dan bersemangat dengan beragam corak dan warna karakter dari elemen penyusunnya. Energi yang dipancarkan pun berbeda-beda, tapi jelas mengarah pada satu tujuan akhir yang sama.
Berbicara tentang elemen penyusun, JA tersusun dari seorang murobbiyah anggun nan lembut, wajahnya senantiasa memancarkan keteduhan dan cinta. Keteduhan yang tidak didapatkan dari setiap orang. Elemen penyusun selanjutnya yaitu delapan muslimah yang terkadang dalam mengerjakan tugas presentasi kuliah hampir selalu satu kelompok (kecuali Rika yang punya gank sensiri ^_^), sampai-sampai ada teman kelas yang menjuluki sebagai grup Ayat-Ayat Cinta. Delapan muslimah itu adalah miss Juhra Wahab, Mawaddatun Naqiah, Laila Kamilan, Fitria Listiarini, Siti Halimah, Lisalatul Islami, Rika, dan aku sendiri.
Juhra, akrabnya disapa Ira. Gurat letih karena aktivitas dakwah hampir selalu tergambar di wajahnya. Aktivitasnya lebih padat daripada kami semua, terlebih sibuk dengan kegiatan dakwah dan wajihah politik kampus. Ira, senyum dan nasihatnya senantiasa mendamaikan. Selalu tampil sejuk di tengah hingar bingar kami yang lainnya.
Laila Kamilan, enaknya Ela aja, hehehe. Tipe plagmatis yang satu ini memang selalu tampil tenang dan enjoy, bahkan kadang aku tak bisa membedakan ekspresi Ela yang kesal atau tidak. Ela tipe yang tak banyak bicara, tapi tau-taunya cerpennya malah nongol dalam buku antologi. Ela yang kelihatannya slow, eh malah jadi sastrawan di antara kami, hehehe. Ela, punya rumah yang sejuk dan berpintu banyak. Aku selalu merasa betah dan sejuk disana, apa karena setiap pulang berkunjung selalu dibungkusin seplastik buah ya ... eh? Xixixi.
Halimah, dipenggal jadi Hal aja... Awalnya Hal itu tomboy, selalu mengenakan celana komprang dan longgar seperti cowok. Bodynya berisi, menggemaskan J Sering aku meledeknya bahwa jari-jari tangannya Hal hamil ya...Hal, dulunya selalu ceria. Kemana-mana, Hal, Lisa, dan aku selalu bersama meski jalan kaki dari ujung timur hingga ujung barat. Belajar bareng, makan bareng, nginap bareng, ahhh indah pokoknya. Kami bertiga dijuluki 3Diva lho saking tak terpisahnya, hihihi... Hanya saja, semester tiga Hal mulai menjadi pemurung, badannya jadi kurus langsing bak foto model. Tapi Hal tetaplah Hal, sahabat terbaik sepanjang masa...
Lisalatul Islami, akrabnya Ica aja... Wah, kadang aku tak habis pikir dengan kepribadiannya yang selalu tampil ceria bahkan ketika menghadapi masalah berat. Seakan-akan tak pernah punya beban sedikitpun. Paling vokal diantara semua. Oke diajak jalan bareng kemana-mana. Jualan mie ayam juga tak masalah, hihi. Ica a best ever fren deh...
Fitria Listiarini alias Tia or sekarang jadi Kyoko Mogami, selalu tertarik dan senang dengan hal-hal “beraroma” Jepang. Sahabat yang satu ini selalu sukses membuatku terbengong-bengong, terpingkal ngakak, bahkan terkadang kesal dengan keluguannya yang amat sangat. Kalo’ dalam cerita film atau drama series, Tia ini akan selalu menjadi tokoh yang superlugu, kadang ngelola, hihihi. Tia selalu slow, kadang identik dengan kata “telat”. Selalu slow masuk kelasnya. Eiittss,, tapi jangan salah. Tia juga jadi yang paling intelek lho di antara kami. Buku-buku paket kuliahnya nyaris selalu lengkap, warisan dari papi Zen. Dilengkapi dengan kaca mata jeniusnya, sangat pantas menjadi seorang dosen atau pengajar dan pekerja kantoran. Tia, sampai kapanpun tetap lugu dan unik :D
Mawaddatun Naqiah, nama yang indah. Tapi kami senang memanggilnya Mawar. Usianya paling muda, asal Bima. Kadang aku geli kalo’ dia mengucapkan kata yang memuat huruf “e”, pasti nadanya lain, hihihi. Yang paling aku favoritkan dari Mawar adalah ketika setiap malam, biasanya setelah magrib, dia akan meng-sms memberitau bahwa mas Tayub (benar gak ya namanya?), pedagang mie ayam keliling murah meriah super enak dan selalu memberi banyak itu sudah tiba di depan kosnya. Maka aku akan segera meluncur berbekal uang 3.500 rupiah demi semangkuk mie ayam lezat. Mawar juga paling ceria, sekaligus juga yang paling rumit. Memasuki semester 5 Mawar pergi dalam gerimis dan juga tangis yang sesak,  tak pernah bertemu lagi denganku dan teman-teman hingga sekarang. Mawar, aku rindu kau......
Rika, pintar, hitam manis dan memiliki senyum teramat manis yang pernah kulihat. Rika punya saudari kembar, Rina. Rika punya gank sendiri sehingga kami jarang bersama dalam satu kelompok. Rika itu lugu, suaranya lembut...  
Lebih kurang dua tahun kebersamaan dalam liqo’at itu. Perjalanan waktu banyak menorehkan kisah suka maupun duka, tawa dan juga tangis, kebersamaan dan juga konflik-konflik yang kadang hadir menyapa persahabatan. Namun itulah persahabatan dalam ikatan yang menghidupkan hidup, tanpa perlu berpura-pura menjadi pribadi yang lain. Tak perlu memaakai topeng berlabelkan keceriaan ketika duka menyambangi, pun sebaliknya. Karena semua ada untuk dibagi, meski pada realitanya tak semua isi hati mampu terlongok dari kacamata kebersamaan. Ketika kami harus berpisah dalam tangis, sesungguhnya hari itu memburaikan sebagian rasa hingga kini juga...
            Kini, bertahun-tahun telah berlalu sejak kebersamaan itu. kami tetap bersama, bertumbuh dalam perjalanan waktu yang memperjelas bahwa ikatan persaudaraan itu telah kian menguat dalam jiwa-jiwa kami... Semoga ada kesempatan untuk kembali menyatukan puing-puing hikmah dan untaian cinta yang terserak, bersama dalam JA tuk menuju jannah-Nya... Aamiiin...

(Insya Allah bersambung dengan kisah masing2 sahabat)...

4 komentar:

eLKaNisa Mahdi mengatakan...

JA,,,, kisah indah ukhuwah di kampus biru... :)

Azzahra Fathurahman mengatakan...

Iya Ukh... Semoga ukhuwah itu tetap indah meski tak seperti dulu...

zefita blogger mengatakan...

amin

Azzahra Fathurahman mengatakan...

sepertinya cuma kita bertiga yang aktif nge-blog nih...

Posting Komentar