Selasa, 28 Januari 2014

Review Novel A Miracle of Touch



Judul buku      : A Miracle of Touch
Penulis             : Riawani Elyta
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit     : November 2013
Tebal buku      : 240 halaman
ISBN               : 978 – 979 – 22 – 9949 - 6
Harga buku     : Rp50.000,-
Genre              : Roman (amore)

Ajaibnya Sentuhan untuk Cintamu

“Mein tumhein pyaar karti hoon (aku mencintaimu).”
***
          Talitha, seorang dietician di sebuah klinik di Singapura, menghadapi permasalahan serius terkait masa kerjanya yang tidak bisa diperpanjang. Maklum, Thalita adalah pekerja asing di negara tersebut. Di saat yang sama, kebutuhan kuliah adik-adik dan biaya pengobatan ibunya yang membutuhkan nominal yang besar membuatnya mesti menemukan solusi instan agar dirinya bisa mendapat perpanjangan masa kerja.
          Ravey, pria tampan mirip aktor Hrithik Roshan, seorang putra konglomerat dari keluarga Malhotra,
harus segera membawa calon istrinya ke hadapan keluarganya jika tidak ingin menikah dengan calon yang sudah disiapkan ibunya. Pernikahan menjadi sangat penting bagi Ravey demi sebuah tujuan jangka panjang namun tak ingin terperangkap dalam skenario hidup yang diatur ibunya.
          Thalita dan Ravey, akhirnya menikah demi kepentingan pribadi masing-masing. Namun niat awal yang mendasari pernikahan mereka menjadi pemicu masalah yang timbul antara keduanya. Selain itu, perbedaan latar belakang kebudayaan keduanya, Thalita yang asli Indonesia dan Ravey yang asli India, membentang jarak antara Thalita dengan keluarga Ravey. Persoalan-persoalan serius telah menunggu rumah tangga Thalita dan Ravey, dimulai dengan kemunculan wanita yang mengaku mengandung anak Ravey, tuntutan sang ibu mertua, Lakhsmi Malhotra, hingga kecelakaan yang merampas daya gerak Ravey yang justru disinyalir ditujukan untuk menyingkirkan Thalita. Akankah sentuhan cinta menunjukkan keajaibannya untuk menyatukan Thalita dan Ravey juga keluarganya? Bagaimana Thalita menghadapi sikap dingin Ravey kala dirinya diusir keluar dari kehidupan suaminya? Siapa dalang di balik kecelakaan tersebut? Baca selengkapnya dalam novel romantis ini.
*****
          Manis! Itulah kesan yang saya rasakan usai membaca novel ini. Kesan yang melekat di hati dan perasaan. Begitu menyentuh, manis, manis, dan manis. Sepanjang membacanya, saya kadang tersenyum sendiri merasakan keajaiban sentuhannya. Indah dan memikat. Pantas saja novel ini menjadi pemenang berbakat dalam lomba novel amore GPU.
          Tampil dengan cover soft dan judul yang memikat, mempresentasikan isi novel yang juga mampu memikat untuk terus membacanya hingga usai. Novel ini mengambil setting di Singapura. Negeri yang berlambangkan singa dan ekor duyung itu memang negara yang banyak dihuni oleh orang India. Sehingga menjadi pas antara setting dan percakapan yang sesekali menggunakan bahasa India.
Novel ini menghadirkan dua tokoh utama berbeda latar belakang dan kebudayaan yang mengikat diri dalam ikatan suci pernikahan, Ravey dan Thalita. Tentunya bukanlah hal mudah, apalagi pernikahan mereka dilandasi niat dan kepentingan masing-masing.
          Kisah yang disajikan mengalir lembut dengan memadukan  setting, tokoh, dan konflik dalam alur yang rancak. Selain itu, seperti novel-novel lain karya Riawani Elyta yang selalu menampilkan kisah dan gagasan berbeda, maka dalam novel ini juga tak hanya menampilkan kisah cinta tetapi penulis juga menyelipkan tentang penyakit jiwa yang namanya pseudo-halusinasi. Jadi, pembaca tidak hanya mengonsumsi fiksi semata, tapi sambil menikmati ceritanya pembaca juga mendapat bonus  tambahan wawasan dan pengetahuan.
          Adapun pesan yang ingin disampaikan penulis yang saya “tangkap” dalam novel ini yaitu tentang sebuah pesan moral yan sangat penting, mengingatkan saya pada sebuah hadits arba’in yang pertama, yaitu tentang niat. Segala sesuatu yang kita kerjakan adalah tergantung niat. Dalam novel ini, penulis menyampaikan bahwa suatu ibadah (dalam novel ini yaitu pernikahan) yang diawali dengan niat yang tidak benar, maka pasti dalam perjalanannya akan menemui banyak rintangan. Kemudian ketika berhadapan dengan rintangan, apakah orang yang bersangkutan akan menyerah begitu saja atau bertekad dan berusaha untuk memperbaiki diri demi masa depan bersama sembari menghadapi rintangan yang ada.
            Novel ini juga mengingatkan saya pada deretan novel lain karya Mbak Riawani. Seperti novel lainnya, seperti Dear Bodyguard, The Coffee Memory, novel ini juga menghadirkan sosok wanita yang tegar sebagai tokoh utamanya. Hanya saja, novel ini memang berkategori amore sehingga sebagian besar kisahnya adalah tentang cinta. Berbeda dengan novel sebelumnya yang menyajikan kisah cinta dalam porsi yang minim. Membaca novel ini memberi warna baru dan menggugah, apalagi dengan adanya dialog-dialog berbahasa India yang membuat diri sendiri mesem-mesem  kala membacanya. Jadi ingin mengucapakan kepada orang terdekat, “Mein tumhein pyaar karti hoon, mere pyaar...” :D
            Akhirnya, semoga resensi ini bermanfaat. Untuk para pecinta sastra, novel ini sangat layak untuk dimiliki... Happy reading ^_^
           

         
         


4 komentar:

riyanti_matkom'06 mengatakan...

bagus :D

Azzahra Fathurahman mengatakan...

Thank Mbak Yan... :)

riawani elyta mengatakan...

thank you, Eyi, blognya juga adem lihatnya :) mampir juga yuk di resensi2 saya di http://www.riawanielyta.com/search/label/IRC%202014 :)

Azzahra Fathurahman mengatakan...

thank you juga Mbak :)
Sering mampir, tapi gak pede ninggalin komen, hehe :)

Posting Komentar