Rabu, 19 Maret 2014

Resensi My Stupid Love




Judul Buku      : My Stupid Love
Penulis             : Afifah Afra, dkk.
Penerbit           : Penerbit Indiva
Tahun Terbit     : Januari 2014
ISBN               : 978-602-1614-15-0
Tebal Buku      : 232 hlm
Ukuran            : 19 cm
Harga              : Rp35.000,-
Kategori          : Nonfiksi



 

Agar Cinta Tak Bikin Kau Gila
            Bicara soal cinta memang tak ada habis-habisnya. Ada yang langsung panas dingin, ada yang mendadak kesetrum, ada yang tiba-tiba melayang ke udara, lalu tersangkut di bulan dan nggak bisa kembali lagi ke bumi. Cinta, konon memiliki energi luar biasa. Saking luar biasanya, sampai rambut yang awalnya lurus, akan jadi keriting saat dialiri cinta. Efeknya bisa positif juga, minimal kita nggak butuh ke salon untuk membikin rambut jadi keriting (hlm.5)
            Menurut para ahli, ketika sedang dibanjiri emosi, otak manusia akan lebih mirip otak reptil. Ada sebuah peristiwa dalam otak yang disebut “pembajakan emosi”, yakni tindakan spontan tanpa mempertimbangkan logika. Inilah yang membuat banyak sekali orang-orang yang sedang jatuh cinta seperti kehilangan kendali dan bersikap aneh, bahkan juga ‘stupid’.  (hlm.5)
            Kebenaran dari pernyataan di atas dapat kita saksikan pada realita dan peristiwa yang terjadi di sekitar kita atau pada kasus-kasus kejahatan yang marak menjadi bahan pemberitaan di media cetak dan elektronik dan pada kenyataannya melibatkan remaja sebagai dalang dan pelaku utama dalam aksi kejahatan tersebut. Sebut saja kasus pembunuhan yang sedang marak-maraknya diberitakan akhir-akhir ini yang menyebabkan kematian seorang gadis muda berusia 19 tahun dengan mantan pacar dan pacar si mantan yang juga sama-sama masih muda sebagai pelaku dari pembunuhan sadis tersebut. Masih banyak lagi peristiwa serupa yang terjadi. Benar-benar miris dan memprihatinkan, terutama karena para pelaku mengaku dipicu oleh perasaan cemburu juga cinta sebelum melakukan aksi tersebut. Padahal, cinta yang suci seharusnya membawa kedamaian, membuat dunia semarak dan indah, bukan kegilaan dan kebodohan   karena cinta akan mendatangkan hal-hal positif jika cinta mampu dimanage dengan baik.
          Oleh karena itu, Afifah Afra dan enam penulis beken lainnya, yaitu Riawani Elyta, Asri Istiqomah, Pipi Kaira, Linda Satibi, Saif Fatan, dan Prita Chan, mengajak pembaca, khususnya para remaja agar tidak terjatuh dalam gelombang cinta yang bisa membuat gila ataupun stupid melalui buku berjudul “My Stupid Love” ini. Tentu saja buku ini bukan mengajak pembaca menjadi stupid karena cinta, tapi justru mengajak pembaca lebih berhati-hati terhadap sergapan “gelombang cinta” yang bisa meluluhlantakkan keseimbangan hidup dan cita-cita, terutama bagi para remaja dan yang sedang menapaki usia awal dewasa yang biasanya selalu galau dan bermasalah dalam urusan cinta.
          Buku My Stupid Love ini berisi dua belas kisah yang mengandung hikmah yang sangat berharga sebagai bahan pembelajaran dan renungan bagi para pembaca agar bisa lebih berhati-hati melangkah dalam urusan cinta. Kisah pertama, Playboy Oh Playboy yang ditulis Afifah Afra, merupakan sebuah hasil dari wawancara eksklusif penulis dengan seorang mantan playboy. Plusnya, kisah ini juga dilengkapi dengan ciri-ciri dan karakter seorang playboy atau playgirl, sehingga kamu cowok-cowok dan cewek-cewek bisa mengenali dan mengidentifikasikan jangan-jangan si dia yang sedang pedekate dengan kamun sekarang ini adalah seorang playboy atau playgirl. So, kamu bisa lebih berhati-hati agar tidak terjerat dengan rayuan dan daya pikatnya yang bakal membuat kamu sengsara di kemudian hari ^_^
          Kisah selanjutnya juga tak kalah menarik seperti kisah si Anak Babe yang ditulis Riawani Elyta, My Stupid First Love oleh Asri Istiqomah, dan kisah-kisah menarik oleh penulis lainnya dalam buku ini. Semua kisah dalam buku ini begitu mengalir, gaya dan tutur bahasanya ringan dan menarik, serta sangat update atau sesuai dengan realita masa kini yang dialami sebagin besar remaja dan juga dewasa dalam urusan percintaan dan perasaan. Selain itu, kisah-kisah dalam buku ini tak hanya ditujukan untuk remaja-remaja pada umumnya, tetapi juga buat mereka rekan-rekan remaja yang sehari-harinya bergelut dalam dunia dakwah, misalnya pada kisah berjudul My Stupid First Love karya Asri Istiqomah dan Terkadang Bidadari Tak Bersayap, Tapi Beransel karya Saif Fatan. Kisah-kisah dalam buku ini begitu inspiratif, menyentil, mengharu biru, juga membuat mesem-mesem bahkan tertawa terpingkal-pingkal (ehm, tertawa secukupnya ya ^_^)
            Kelebihan lainnya, hampir di setiap halaman berikutnya di akhir cerita, selalu ada qoute-qoute dan motivasi menarik yang meng-upgrade semangat para pembacanya agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi sehingga mampu menjadi manusia dengan nilai positif yang tinggi pada dirinya.
            Bahasa yang ringan dan menarik, semenarik cover buku dengan warna kuning ceria yang lembut serta desain yang simple tapi unik, membuat pembaca tidak merasa digurui, sebaliknya pembaca akan mampu merenungkan dan memetik hikmah yang terkandung di dalam setiap kisahnya. Pembaca memang lebih tertarik dengan kisah-kisah ringan mengandung hikmah seperti ini, terutama para remaja. Terasa pas dan makjleb di hati.
            Adapaun beberapa hikmah yang parapenulis sampaikan dari kisah-kisah dalam buku ini yaitu sebagai berikut :
1.             Cinta bisa datang dari pintu mana saja, baik itu mata, telinga, dan hati. Maka hendaknya kita menjaga pintu-pintu itu dengan baik. Dan hati-hati agar cinta yang datang memang cinta yang suci, bukan cinta yang berdasarkan nafsu.
2.             Bagi yang sudah punya pasangan, penulis sarankan hindari memuji-muji teman di depan pasangan secara berlebihan sedekat apapun kawan itu. Misalnya, seorang istri memuji sahabat baiknya kepada suami dengan menceritakan kelebihan-kelebihan yang mungkin tak ada pada diri istri (atau sebaliknya).
3.             Ingat pesan Bang Napi, perselingkuhan bukan hanya ada niat, tapi juga karena tersedianya kesempatan. (hlm.220-221)

Masih banyak hikmah lain yang bisa dipetik dari buku ini. Sangat bagus bagi para remaja dan juga orang dewasa sebagai referensi untuk menghadapi serangan cinta yang begitu dahsyat di zaman ini. Jangan sampai kita menjadi korban cinta. Mari menjadi remaja dan dewasa yang berkepribadian teguh dan senantiasa menjunjung nilai-nilai positif dalam diri.
Yuk, koleksi bukunya dan selamat berlayar di dunia kata penuh hikmah. Semoga bermanfaat  ^_^


         

1 komentar:

Admin Tamvan mengatakan...

Keren nih novel udah baca tapi blom tamat hehe

Posting Komentar